
Seperti yang telah kami pernah kupas dalam Marketing in Venus, kaum wanita adalah konsumen paling kuat di dunia pemasaran. Kekuatan wanita terlihat dari segi ekonomi. Besar pasarnya secara global saat ini ditaksir sekitar 5 triliun dollar AS!
Ini artinya di seluruh dunia, terdapat peluang bagi mereka yang ingin menyasar kaum wanita. Kesuksesan mereka ditentukan dari seberapa dalam mereka memahami dan merespon kaum wanita yang semakin menginginkan waktu, nilai-nilai, dan hubungan sosial.
Sebagai konsumen, kaum wanita memang merupakan kelompok konsumen yang sakti. Pertama, mereka adalah konsumen yang berpengaruh. 97 persen keputusan untuk membeli dipengaruhi oleh kaum wanita. Apakah itu untuk keperluan belanja untuk personal, rumah tangga, bahkan sampai kantor pun, secara rata-rata dipengaruhi oleh kaum wanita.
Meskipun seorang pria membeli untuk dirinya sendiri, keputusan untuk membeli itu dipengaruhi oleh wanita. Kaum pria beli sabun, detergen, mentega, dan barang-barang keperluan rumah tangga lainnya yang sama dengan apa yang ibunya dulu beli dan pakai. Kaum pria juga beli baju, celana, jam, sepatu dan produk fashion lainnya supaya tampil sempurna di depan temannya dari kaum wanita. Apa yang seorang pria beli, dan apa yang tidak jadi ia beli, itu karena wanita.
Kedua, mereka sangat kompeten dalam multitasking. Secara umum wanita memang memiliki lebih banyak serat penghubung otak kiri dan kanan. Sehingga wanita cenderung lebih mudah berkomunikasi dan sering kali mencampur-adukan beberapa hal sekaligus.
Ketiga, mereka punya insting yang lebih kuat ketimbang kaum pria. Wanita mampu sekaligus menganalisis dan menilai berbagai hal, terkadang apa yang dilakukan tidak berdasarkan pemikiran. Sesungguhnya tindakan wanita terlihat emosional didorong oleh pengamatan yang dilakukannya secara simultan.
Kempat, kekuatan di lanskap ekonomi didorong oleh kaum wanita. Seiring dengan perubahan dan kebutuhan, kini pria dan wanita berbagi peran. Wanita pun kini mulai turut "berburu" dan meninggalkan tugas domestiknya. Maka kini terjadi berbagai pergeseran. Seperti yang ditemukan dalam survey global yang dilakukan oleh Boston Consulting Group (BCG) yang dirilis bulan Agustus 2009 lalu, saat ini ada satu milliar wanita berkerja. Di dalam lima tahun ke depan, angka ini diprediksikan akan naik menjadi 1,2 miliar orang.
Kebanyakan dari wanita yang bekerja di seluruh dunia kekurangan waktu untuk banyak hal, banyak yang terlampau stress, kebanyakan kerja, dan banyak juga yang mengakui kurang diperhatikan oleh pemasar.
Kelima, mereka dari sananya merupakan kaum yang horisontal. Berdasarkan riset global yang dilakukan BCG, seiring dengan semakin sibuknya kaum wanita urban, ditemukan bahwa kaum wanita mengharapkan cinta dan hubungan yang lebih dan berkesinambungan, baik itu dengan pasangan mereka, teman, rekan sekantor, dan tetangga.
Konsumen ketiga di era New Wave adalah "New Urban Women" atau kaum wanita urban yang secara metafora datang dari planet venus tapi kini telah migrate ke planet New Wave. Kaum wanita secara alami dapat dipandang sebagai pembawa gerakan horisontal, terutama karena isu-isu seputar perbedaan gender yang dicatat dalam sejarah.
Women still and will always rule! Kaum wanita tetap membawa gerakan horisontal di era New Wave ini. Dengan kecanggihan alat teknologi informasi dan komunikasi seperti sekarang, kekuatan mereka dalam melakukan mempengaruhi keputusan dalam belanja menjadi lebih besar. Merekalah yang dapat mengajari para New Wave Marketer untuk bagaimana menjadi pemasar yang lebih menunjukan sisi emosional dan humanisme.
Seperti yang dikatakan oleh Michael Silverstein, Partner dari BCG yang juga merupakan co-author dari Women Want More, "Kekuatan (antara wanita dan pria) semakin seimbang mengingat kaum wanita yang berkerja saat ini semakin banyak dan mendapatkan uang yang lebih banyak sehingga secara signifikan meningkatkan tingkat affluence mereka. Sayangnya ada masalah klasik, ketika mereka harus bekerja, artinya mereka harus full-time di kantor dan full-time pula di rumah."
Hingga akhir zaman pun akan selalu terdapat perbedaan antara pria dan wanita. Karena sikap kita terbentuk oleh hormone dan bukan karena perlakuan sosial tertentu. Kondisi biologis menyebabkan pria dan wanita memproses informasi, berpikir, mempercayai, dan mepersepsikan hal yang sama secara berbeda.
Kecanggihan teknologi informasi menyebabkan gejolak dan pasangsurutnya emosi pelanggan semakin volatile, naik-turun tidak keruan layaknya luncuran roller coaster. Arus informasi menyebabkan kondisi emosi pelanggan dapat berubah dengan cepat. Suatu waktu tertentu barangkali kita riang gembira, tapi satu detik kemudian bisa sangat sedih atau marah. Tiba-tiba kita menjadi kewanita-wanitaan.
Sumber : Hermawan Kertajaya dari kompas.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar